Stem Cell

By Prof. Dr. Ir. A.R. Adji Hoesodo, MD(H), SH, MH, MBA

Apa itu Stem Cell?

Pada masa kini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang stem cell amat sangat pesat walaupun secara teori perkembangan aplikasi stem cell di Indonesia masih sangat terbatas karena beberapa faktor seperti regulasi, investasi, dan sumber daya manusia yang masih kurang dalam penggunaan stem cell padahal riset mengenai stem cell sudah lumayan banyak.

Apabila kita telaah lebih lanjut, potensi dari stem cell sangat menjanjikan terutama untuk digunakan dalam terapi berbagai macam penyakit.

Agar lebih jelas, saya akan sedikit mengupas definisi stem cell, sifat dan jenis stem cell, dan potensi aplikasi stem cell untuk berbagai penyakit.

Bagaimana Sifat dari Stem Cell itu?

Stem cell adalah sel yang tidak/belum terspesialisasi yang mempunyai sifat:

  1. Kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain (differentiate). Dalam hal ini, stem cell mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dll.
  2. Kemampuan untuk memperbaharui/meregenerasi dirinya sendiri (self-regenerate/self-renew). Dalam hal ini, stem cell dapat membuat salinan sel yang sama persis dengan dirinya melalui pembelahan sel.

Apa Saja Jenis Stem Cell yang Perlu kita Ketahui?

Berdasarkan kemampuan berdiferensiasi, jenis stem cell terdiri dari:

  1. Totipotent. Dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel.
    Misal: zigot (telur yang telah dibuahi)
  2. Pluripotent. Dapat berdiferensiasi menjadi 3 lapisan germinal: ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Namun tidak dapat menjadi jaringan ekstra embryonik seperti plasenta dan tali pusat. Yang termasuk stem cell pluripotent yaitu embryonic stemcells.
  3. Multipotent. Dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel.
    Misal: hematopoietic stem cells
  4. Unipotent. Hanya dapat menghasilkan 1 jenis sel. Tapi berbeda dengan non stem cell, stem cell unipotent mempunyai sifat memperbaharui/meregenerasi dirinya (self-regenerate/self-renew)

Berdasarkan asal sumber, jenis stem cell terdiri dari:

Stem cell bisa ditemukan pada berbagai jaringan tubuh.

  1. Zygote. Yaitu didapatkan pada tahap sesaat setelah sperma bertemu dengan sel telur
  2. Embryonic stem cell. Yaitu diambil dari inner cell mass dari suatu blastocyst (embrio yang terdiri dari 50 – 150 sel, kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan). Embryonic stem cell biasanya didapatkan atau diperoleh dari sisa embrio yang tidak dipakai pada IVF (invitro fertilization). Namun, sekarang telah dikembangkan teknik pengambilan embryonic stem cell yang tidak membahayakan embrio tersebut, sehingga dapat terus hidup dan tumbuh. Kedepannya, mungkin dapat mengurangi kontroversi etis terhadap embryonic stem cell.
  3. Fetus. Yaitu dapat diperoleh dari klinik aborsi.
  4. Stem cell darah tali pusat. Yaitu diambil dari darah plasenta dan tali pusat segera setelah bayi lahir. Stem cell darah tali pusat merupakan jenis hematopoietic stem cell dan beberapa lainnya menggolongkan jenis adult stem cell.
  5. Adult stem cell.  Yaitu dapat diambil dari jaringan dewasa antara lain:
    a.  Sumsum Tulang
    Ada 2 jenis stem cell dari sumsum tulang:
    Hematopoietic stem cell. Selain dapat diambil dari darah tali pusat dan sumsum tulang, juga dapat diambil dari darah tepi.
    –  Stromal stem cell atau disebut juga Mesenchymal stem cell.
    Jaringan dewasa yang lain:
    b. Susunan Saraf Pusat
    c. Adiposit/Jaringan Lemak
    d. Otot Rangka
    e. Pankreas

Adult stem cell memiliki sifat plastis. Dalam arti, selain dapat berdiferensiasi menjadi sel yang sesuai dengan jaringan asal, juga dapat berdiferensiasi menjadi sel jaringan lain. Sebagai contoh, neural stem cell dapat berubah menjadi sel darah, stromal stem cell dari sumsum tulang dapat berubah menjadi sel otot jantung, dsb.

PROSES TERAPI SEL PUNCA AUTOLOGUSTerapi Sel Punca Autologus

PROSES TERAPI SEL PUNCA ALLOGENIC
Terapi Sel Punca AllogenicSel Punca atau Stem Cell adalah sel tubuh manusia yang bisa memperbarui diri dan berkembang menjadi berbagai jenis sel lain yang matang dengan fungsi yang khusus.  Karena sifat uniknya, sel punca memiliki potensi untuk mengobati penyakit degeneratif, seperti stroke, gagal jantung, gagal ginjal, diabetes, dan cedera tulang rawan.

Sel Punca atau Stem Cell bisa diperoleh dari sumsum tulang, jaringan tali pusat, darah tali pusat, darah tepi, jaringan lemak, dan sumber lain.  Untuk keperluan terapi, sel punca dimurnikan dan dikembangbiakkan di laboratorium melalui proses kultur selama beberapa hari atau beberapa minggu agar mencapai dosis terapi yang sesuai.

Pengobatan Melalui Terapi Stem Cell
Terapi Stem Cell adalah layanan kesehatan meliputi proses pengambilan, pengolahan, dan pemberian stem cell dalam keadaan hidup ke tubuh pasien dengan tujuan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Bagaimana saya mengetahui yang diberikan adalah Stem Cell?
Periksa 3A
Ada pemantauan suhu pengiriman sel 2-8 derajat celcius
Ada data jumlah sel hidup
Ada data pemeriksaan identitas sel